Jumat, 24 Agustus 2018

UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN LK3 TANADOANG KUNJUNGI UPT SIPAKATAU UNIT PELAYANAN TERPADU DI BANTAENG

JFSW Kepulauan Selayar,Agustus 2018


Sekretaris LK3 Tanadoang, Nur Alif Dahmal, SE didampingi Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS NG) Dinas Sosial Kep.Selayar, Ahmad Rus’an, ST Kunjungi UPT Sipakatau Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kab. Banteng, 17/08/2018

Dalam kunjungan tersebut pihak LK3 Tanadoang diterima Langsung oleh koordinator UPT Sipakatu, Attek, S.Sos didampingi Ketua LK3 bantaeng, Mustakim bersama TKSK Kec. Lamalaka Irwan. Disamping mengunjungi Dinas Sosial Bantaeng, Sekretaris LK3 Tanadoang juga mengunjungi  Pusat Kesejahteran Sosial (PUSKESSOS) berprestasi di Desa Bontojati

Kepada wartawan, nur alif dahmal menjelaskan, kunjungan ini dilakukan atas inisiatif LK3 Tanadoang dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada Masyarakat secara umum dan klien LK3 Tanadoang pada khususnya

...“ dalam membantu masyarakat utamanya klien LK3 Tanadoang dalam memecahkan persoalan keluarga, LK3 Tanadoang Dinas Sosial Kab.Kepulauan Selayar tidak dapat bediri sendiri, sebagai sebuah wadah konsultasi dan juga rujukan, LK3 tanadoang harus bisa melahirkan pelayanan yang terpadu lintas sektor, baik dengan Pengadilan Agama dalam hal ini Kantor Urusan Agama untuk masalah perkawinan baik cerai maupun rujuk, Kepolisian dan Kejaksaan dalam hal ini salah satu contoh dalam penanganan Anak berhadapan Hukum atau ABH, dengan Pihak  Tenaga Kerja untuk masalah Ketenaga Kerjaan, Pihak BPJS untuk perlindungan Sosial Keluarga dalam bidang Kesehatan, dan banyak lagi pihak yang harus kita ajak kerjasama dalam mencari solusi terhadap maslah yang dihadapi keluarga.

Oleh karena itu lanjutnya, kenapa kami memilih UPT Sipakatau sebagai tempat untuk berkoordinasi ? itu karena, disamping jaraknya dekat, hemat biaya, karena memang LK3 sangat minim biaya,  UPT tersebut sudah memberikan contoh bagaimana melakukan pelayanan lintas sektor bukan hanya terhadap individu tetapi juga yang berbasis keluarga, contohnya mereka melibatkan LK3 dalam rujukan untuk penanganan masalah keluarga. Baiknya mereka sudah mendapat penghargaan tingkat nasional terkait hal tersebut”... jelas Alif
Sementara itu Mustakim, S.Sos selaku ketua LK3 bantaeng dan sekaligus bagian dari UPT Sipakatau, yang ditemui wartawan disela perjalanan menuju Desa Bontojati, lokasi PUSKESSOS berprestasi di kab. Bantaeng, membenarkan kunjungan Sekretarsi LK3 Tanadoang Kep.Selayar, menurutnya apa yang dilakukan LK3 Tanadoang adalah langkah positif dan ini perlu direspon mengingat LK3 adalah lembaga yang menangani keluarga bermasalah psikososial, perlu diketahui hampir semua masalah sosial yang terjadi itu berawal dari keluarga, untuk itu dibutuhkan perhatian serius bagi pemerintah setempat dimana LK3 itu berada, untuk memberikan dukungan bukan hanya infrastruktur namun termasuk juga penyedian SDM yang handal, dan juga tentu dukungan pendanaan,” Jelas Mustakim

Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya kab. Selayar yang berkunjung ke bantaeng untuk berkoordinasi terkait pelayanan terpadu, beberapa Kabupaten Kota sudah pernah dan menyampaikan hal yang sama, “ mungkin dalam waktu dekat ini kab. Bulukumba dan Pangkep juga sudah menyampikan akan datang berbagai informasi,” kata Mustakim

BERSIH-BERSIH PANTAI DALAM “GERAKAN MENGHADAP KE LAUT” WARNAI HUT PROLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 73 DI KEP SELAYAR

JFSW Kepulauan Selayar, Agustus 2018

Ratusan personil tumpah ruah di pantai pabbadilang Kec.Bontomatene Kab. Kepulauan Selayar, 30 Km arah utara kota benteng, kali ini bukan untuk menolong korban kapal karam namun untuk membersihkan pantai dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73,

Tak tanggung tanggung bukan hanya pantai yang disasar para pemerhati dan penggiat lingkungan hidup tersebut bahkan dasar laut pun ikut dibersihkan terkhusus disekitar periran pantai pabbadilang. 19/8/2018

Kegiatan yang dipandu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kepulauan Selayar ini dihadiri Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, S.IK bersama puluhan anggota TNI dari unsur matra darat dalam hal ini KODIM 1415 Selayar dan beberapa anggota TNI AL

Selain Unsur POLRI dan TNI tampak Eksistensi beberapa kelompok komunitas seperti Pramuka, yang diawaki Saka Bahari dan Saka Wanabhakti, Komunitas Pekerja Sosial, TAGANA, Komunitas Scuter, serta tak ketinggalan kelompok masyarakat bawah laut yang tergabung dalam beberapa komunitas seperti Sileya Scuba Diver, Selayar Dive Adventure, Selayar Marine Dive, Tinabo Dive Centre dan POSSI, serta tak ketinggalan pula Komunitas Ibu Ibu Prajurit dari unsur Persit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) KODIM 1415 Selayar dan Bayangkari, POLRES Selayar

.... “ Semoga gerakan ini dapat dijadikan momentum untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada laut dan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga laut “...., Kata Kapolres Syamsu Ridwan dalam sambutannya disela-sela kegiatan. (AL)

Kamis, 02 Agustus 2018

TINGKATKAN PELAYANAN LK3 TANADOANG BINA FCU DAN KERJASAMA LINTAS SEKTOR


Media LK3 Tanadoang
Jurnalistik For Social Walfare (JFSW)

Berbagai upaya selalu dilakukan oleh LK3 Tanadoang Dinas Sosial Kabupaten KepulauanSelayar dalam memberikan Pelayanan Maksimal pada keluarga terutama yang mengalami persoalan disfungsi sosial atau psykososial, salah satunya adalah dengan memperkuat Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial atau PSKS seperti Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) dan Family Care Unit (FCU)
Pemberdayaan potensi ini disamping sebagai wadah pemberdayaan juga dapat dijadikan sarana penguatan kapasitas bagi individu maupun kelompok masyarakat yang peduli terhadap pembangunan keluarga. Dan berbicara masalah keluarga yang sehat kuat dan mandiri seperti harapan semua pihak tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, semua pihak harus terlibat, salah satunya, ya dengan meningatkan peran masyarakat secara langsung melalui wadah wadah yang telah disiapkan.
Sejak tahun 2009 LK3 Tanadoang, dibawah leader Rahmat Adiwijaya, sedikitnya
telah membangun tidak kurang dari 15 pola kemitraan salah satu diantaranya adalah membuat MOU dengan Kementerian Agama dalam hal ini melalui Kantor Urusan Agama untuk mencari solusi terhadap berbagai kasus perceraian baik secara umum dikepulauan selayar atau yang lebih spesifik dan sementara dalam proses penanganan di Lembaga Konsultasi Kelsejahteraan Keluarga (LK3) Tanadoang, Isi Muo diantaranya menyampaikan bahwa kasus yang sementara ditangani di LK3 tidak akan ditindak lanjuti di KUA sebelum mendapat rekomendasi dari LK3 Tanadoang

Selain dengan KUA, LK3 Tanadoang juga membangun kerja sama dengan Unit PerlindunganAnak dan Perempuan (PPA) Polres Kepulauan Selayar, untuk penanganan kasus kasus yang melibatkan Anak (ABH) dan perempuan (KDRT) serta beberapa kasus lainnya dimana dalam setiap peyelesaian sengketa melalui pola kerjasama tersebut baik LK3 Tandoang maupun PPA Polres Kepulauan Selayar selau mengedepankan proses restorasi justice suatu upaya alternatif diluar jalur pengadilan untuk memberikan solusi terbaik bagi kedua belah pihak (Pelaku ataupun Korban) terkhusus dalam permasalahan Keluarga
Sebagai organisasi nirlaba yang menangani permasalahan keluarga, LK3 Tanadoang dalam eksistensinya masih banyak mengalami kendala, salah satunya anggaran, hal ini disampaikan secara langsung oleh pengelola kegiatan LK3 dalam hal ini ditangani langsung oleh Seksi Kelembagaan, Kepahlawanan dan Restorasi Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar, Nur Caya saat bertemu penulis beberapa waktu lalu.
Menurut Nur Caya, keberadaan LK3 Tanadoang dalam jajaran Dinas Sosial KepulauanSelayar, sebagai salah satu lembaga yang menangani permasalahan keluarga atau lebih dikenal sebagai PSKS dalam penangan masalah kesejahteraan sosial LK3 Tanadoang sangat membantu, namun demikian ia juga memang cukup prihatin mengingat dalam melakukan operasionalnya Lembaga ini tidak cukup didukung dengan anggaran yang memadai,” sampai saat ini kami dari dinas sosial sebagai pembina langsung hanya bisa membeckup sampai pada langkah penyaluran Bansos untuk menopang sementara kebutuhan para Klien LK3, bansos ini biasanya berupa bantuan Sembako,
Sementara untuk tindak lanjut yang lebih mendalam khususnya bagi keluarga bermasalah psykososial, seperti penangan psikolog atau psikiater dan advokasi biasanya penyelesiannya tergantung kreatifitas dan pola kemitraan yang dibangun oleh para pekerja profesi dan peksos profesional yang ada di Lembaga tersebut. Ini juga masih menjadi catatan didalam pengelolaan LK3 Tanadoang yakni minimnya tenaga profesional terutama dibidang, psikolog, dan ahli hukum , padahal jika melihat fungsinya LK3 adalah lembaga rujukan utama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan terkait kesejahteraan keluarga,”jelas Nur Caya
Kembali pada dukungan anggaran, LK3 tanadoang sebagai binaan langsung pemerintah melalui Kementerian Sosial berjenjang hingga pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota sebenarnya telah mendapat suplay namun hal ini masih sebatas dana stimulan yang tentu besaraannya jika melihat luas wilayah dan cakupan penangan masalah keluarga yang ditangani oleh LK3 Tanadoang seperti juga Lk3-LK3 lainnya di seluruh Indonesia memang masih jauh dari harapan.
Menyikapi hal tersebut Sekertaris LK3 Tanadoang Alif D Yudhar dalam keterangannya kepada penulis mengatakan, upaya yang dapat dilakukan oleh pihak LK3 Tanadoang dalam menyiasati keterbatasan anggaran, dalam setiap proses penanganan masalah berupaya membangun kerja sama yang lebih intens baik dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah maupun kepada pihah Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan Polres bahkan dengan KODIM 1415 Kepulauan Selayar. Hal ini dimaksudkan untuk memberi dukungan sekaligus advokasi dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber kesepakatan,sementara untuk kasus hukum tetap dijalur yang telah ditetapka perundang-undangan namun dengan mengedepankan restorasi sosial sebagai alternatif pemecahan masalah.
Untuk saat ini sebagai tindak lanjut LK3 Tandoang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, melalui Dinas sosial Kepulauan selayar berupaya mengintensifkan lagi peran pilar pilar kesejahteraan sosial yang telah ada di Masyarat baik yang dibina Dinas Sosial langsung maupun dengan Dinas-Dinas lain yang ada di Kabupaten kepulauaan Selayar. Beberapa Pilar kesejahteraan Sosial atau biasa disebut Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial yang dimaksud yakni : Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasi Masyarakat (WKSBM), Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial (WPKS), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Pendamping PKH, Fasilitator Sistem Layanan Rujukan Terpadu (Fas.SLRT), Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kesemua pilar tersebut akan aktif dalam wadah Family Care Unit/Lembaga Pemberdayaan Keluarga (FCU/LPK) dimana pengelolaan secara management akan bernaung pada Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) yang ada ditingkat Desa / Kelurahan.
Sementara untuk penangan keluarga secara lintas sektor LK3 membanguna kerjasama dengan P2TP2A Dinas Pemberdayaan Perempuan, Penyuluh Pertanian, Peyuluh Kesehatan, BINSA dan BIMMAS serta beberapa pihak terkait lainnya,” Jelas Alif