Jumat, 02 Juni 2017

PROGRAM E-DATA UNTUK SDM KESEHATAN DI KEPULAUAN SELAYAR



Sebuah tinjauan kritis

Pusaran Khatulistiwa, 2 juni 2017

foto: thepresidentpostindonesia.comtion
Menjejaki arus informasi sebagai sebuah keinginan untuk selalu mengetahui keberadaannya mengarahkan pandangan saya melalui om google kesebuah situs informasi lokal. Dalam salah satu postingan saya membaca sebuah program e-data untuk menjaring sejumlah tenaga kesehatan di kepulaun selayar. Menurut post tersebut program ini nantinya menjadi data best SDM kesehatan yang ada di kepulauan selayar hingga ke pelosok dengan memberikan “kemudahan” bagi SDM kesehatan khususnya untuk urusan kepegawaian melalui registrasi on line. Artinya SDM kesehatan yang dimaksud tidak perlu lagi menempuh jarak yang cukup jauh sekitar 4 – 5 jam perjalanan melalui laut, mendatangi Dinas Kesehatan untuk registrasi.

Secara teori program tersebut sangat membantu terutama daerah-daerah yang mempunyai cakupan akses data memadai, pertanyaannya kemudian bagaimana dengan daerah yang akses datanya senin kamis alias tidak stabil, hal ini tentu menjadi hil yang mustahal, apalagi kalau berbicara on time alias tepat waktu mengingat kepulauan selayar khususnya daerah kepulauan yang meliputi 5 kecamatan, akses jaringan internet (untuk online pasti butuh internet) masih terbatas, lain halnya dengan wilayah selayar daratan yang meliputi 6 kecamatan mungkin tak jadi soal, bisa langsung ENTER  

Namun demikian secara ide, dinas kesehatan kepulauan selayar perlu mendapat apresiasi utamanya dalam mendukung pelaksanaan admin kepegawaian yang lebih baik, hal tersebut merupakan langkah terbaik meski bukan yang terbaru, (mengingatprogram e data kepegawaian sudah diterapkan di BKN, sebelumnya), hal ini membuat SDM kesehatan dalam melaksanakan tugas bisa lebih fokus melayani masyarakat ketimbang berfikir masalah administrasi kepegawaian
Sebagai suatu program pendukung kinerja (karena menyangkut kepegawaian) hal ini tentu telah melalui tahap kajian dan analisis mendalam terutama kebermanfaatan bagi masyarakat luas yang hampir setiap harinya dari waktu ke waktu membutuhkan pelayanan maksimal dibidang kesehatan.

Akhir kata, semoga hal ini tidak menjadi sekedar program penggugur kewajiban yang indah diawal namun tak jelas diakhir artinya semoga program tersebut berkelanjutan untuk memberi kemudahan tidak saja administrasi tapi juga kesejahteraan bagi SDM kesehatan dikepulauan selayar secara menyeluruh, yang tentunya harapan semua pihak, dapat menjadi pemicu atau motivasi bagi insan kesehatan untuk terus memberikan pelayanan maksimal demi peningkatan kesehatan masyarakat di kabupaten kepulauan selayar sebagai sebuah bentuk korelasi dari program yang dilahirkan. Hal ini juga sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada negara dalam hal penggunaan anggraan untuk itu(outcame)

(NB: sumber dikutip dari Selayar News edisi 2/6/2017,”Dinkes Kepulauan Selayar hadirkan Inovasi Pengumpulan Data melalui e-data SDM Kesehatan online”)