Sebuah tinjauan kritis
Menjejaki arus
informasi sebagai sebuah keinginan untuk selalu mengetahui keberadaannya mengarahkan
pandangan saya melalui om google kesebuah situs informasi lokal. Dalam salah
satu postingan saya membaca sebuah program e-data untuk menjaring sejumlah
tenaga kesehatan di kepulaun selayar. Menurut post tersebut program ini
nantinya menjadi data best SDM kesehatan yang ada di kepulauan selayar hingga
ke pelosok dengan memberikan “kemudahan” bagi SDM kesehatan khususnya untuk
urusan kepegawaian melalui registrasi on line. Artinya SDM kesehatan yang
dimaksud tidak perlu lagi menempuh jarak yang cukup jauh sekitar 4 – 5 jam
perjalanan melalui laut, mendatangi Dinas Kesehatan untuk registrasi.
Secara teori program
tersebut sangat membantu terutama daerah-daerah yang mempunyai cakupan akses
data memadai, pertanyaannya kemudian bagaimana dengan daerah yang akses datanya
senin kamis alias tidak stabil, hal ini tentu menjadi hil yang mustahal,
apalagi kalau berbicara on time alias tepat waktu mengingat kepulauan selayar
khususnya daerah kepulauan yang meliputi 5 kecamatan, akses jaringan internet (untuk online pasti butuh internet) masih
terbatas, lain halnya dengan wilayah selayar daratan yang meliputi 6 kecamatan
mungkin tak jadi soal, bisa langsung ENTER
Namun demikian secara
ide, dinas kesehatan kepulauan selayar perlu mendapat apresiasi utamanya dalam
mendukung pelaksanaan admin kepegawaian yang lebih baik, hal tersebut merupakan
langkah terbaik meski bukan yang terbaru, (mengingatprogram e data kepegawaian sudah diterapkan di BKN, sebelumnya), hal ini
membuat SDM kesehatan dalam melaksanakan tugas bisa lebih fokus melayani
masyarakat ketimbang berfikir masalah administrasi kepegawaian
Sebagai suatu program
pendukung kinerja (karena menyangkut
kepegawaian) hal ini tentu telah melalui tahap kajian dan analisis mendalam
terutama kebermanfaatan bagi masyarakat luas yang hampir setiap harinya dari
waktu ke waktu membutuhkan pelayanan maksimal dibidang kesehatan.
Akhir kata, semoga
hal ini tidak menjadi sekedar program penggugur kewajiban yang indah diawal
namun tak jelas diakhir artinya semoga program tersebut berkelanjutan untuk
memberi kemudahan tidak saja administrasi tapi juga kesejahteraan bagi SDM
kesehatan dikepulauan selayar secara menyeluruh, yang tentunya harapan semua
pihak, dapat menjadi pemicu atau motivasi bagi insan kesehatan untuk terus
memberikan pelayanan maksimal demi peningkatan kesehatan masyarakat di kabupaten kepulauan selayar sebagai
sebuah bentuk korelasi dari program yang dilahirkan. Hal ini juga sebagai
bentuk pertanggung jawaban kepada negara dalam hal penggunaan anggraan untuk
itu(outcame)
(NB:
sumber dikutip dari Selayar News edisi 2/6/2017,”Dinkes Kepulauan Selayar
hadirkan Inovasi Pengumpulan Data melalui e-data SDM Kesehatan online”)

