Sabtu, 15 April 2017

BERITA TIDAK HANYA MENYAMPAIKAN INFORMASI TAPI JUGA BISA MEMBERIKAN EDUKASI SOSIAL


Pusaran Khatulistiwa. Untuk pers selayar lebih baik 

Tiada hari tanpa menulis tiada hari tanpa komentar, itu untuk jurnalis lokal seperti nakke, (bolehkan sedikit eksis, kan ini tulisan saya) hehehe...sory. lanjut. Tiada hari tanpa menulis maksudnya agar para teman-temanku se profesi itu untuk berkarya lewat tulisan bukan dengan lobi-lobi seperti hampir tiap hari aku dengar dan sedikit melihat (ketika diajak turut serta) ketika berada disekitar teman-temanku.

Aku tidak mengkritik aku hanya sedikit berkomentar dan sekali lagi sedikit memberi masukan, karena bagiku jumlah pergerakan dalam melobi atau jumlah usaha yang dipakai untuk melobi sama banyaknya dengan jumlah usaha yang dipakai untuk mencari berita, kita kan wartawan, journalis bukan LSM atau Kontraktor atau bahkan Politisi apalagi Aparat hukum dan terlebih kita bukan staf Gubernur, Bupati, Camat atau bahkan Desa atupun Lurah (panjang juga ya.).

Baik Lobi atau mencari berita itu hanya pengantar bagiku untuk sekedar menyampaikan pemikiran terkait pemberitaan terutama dikepulauan selayar, yang saya maksudkan bahwa memberi atau mencari informasi janganlah terkait lobi-lobi atau penekanan-penekanan yang sifatnya sangat subjektif, berita menurutku, haruslah mendidik dan tidak dijadikan senjata pemusnah massal.

Berita adalah penyampaian objektif kepada masyarakat, disana ada jawaban sumber entah itu korban atau pelaku dan penyidik sebagai aparat hukum (dalam kasus kriminal). Disana ada juga hak jawab pejabat, aparat hukum dan pendapat masyarakat terkait sebuah penyimpangan (dalam kasus tipikor), disana ada masukan dari masyarakat, penyuluh kemasyarakatan dan tenaga ahli atau berkompeten dengan objek yang jelas serta usaha dalam menyelesaikan persoalan kemasayarakatan  (dalam kasus sosial kemasyarakatan).

Intinya menyampaikan berita harus terarah, jelas dan mendalam serta yang paling utama adalah layak baca dan tentu layak jual (harapan direksi) jangan membuat berita publish seakan – akan menyusun Berita Hasil Pemeriksaan (BAP), jangan juga terlalu membuat berita mendayu-dayu seakan akan sedang menyusun novel (untuk yang terakhir jangan sampai dipakai oleh teman wartawan harian) bahaya, tim editor pasti bingung.

Lalu, semua yang saya sampaikan dalam tulisan ini sebenarnya adalah hal klasik dalam tugas sebagai jurnalis namun lebih dari itu semua, saya sekali lagi hanya berharap bahwa teman-temanku memberi sesuatu yang terbaik untuk masyarakat, sesuatu (berita) yang tidak hanya menyampaikan informasi tapi juga bisa memberikan edukasi sosial terkait sebuah permasalahan, tetap objektif dan jangan menghakimi apalagi jadi provokator (dalam konteks negatif), karena kita semua bukan penegak hukum dan tetap kooperatif karena kita bukan mata-mata yang berkerja hanya utuk seorang klien, kita bekerja dan dinilai oleh masyarakat luas , Kita tak cari kawan namun juga tak cari lawan, yang kita cari adalah berita (kata jahar siahaan, Wartawan senior). 

Berita yang layak jual setelah semua proses bisnis informasi selesai, tentu  akan menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga, untuk anak dan istri. Semoga berkah, Trims dan semoga bermanfaat.

 ( By Alif d.yudhar, peksos, jurnalis dan wirausahawan pesisir, Kep. Selayar)


TEROBOSAN BARU KADES TAMALANREA. BUAT JARINGAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT

Suara lidik selayar, 08/04/2017
Dipenghujung periode pertama pemerintahan Kepala Desa Tamalanrea, Andi Awaluddin berupaya agar ada inovasi terkait pembangunan di Desanya salah satu terobosan terbarunya adalah pembuatan jaringan air bersih, tak tanggung tanggung, Awal (sapaan akrab) kepala desa tamalenrea, seringkali menempuh langkah –langkah yang menurut sebagian masyarakatnya sedikit gila, kenapa tidak, sumber air yang menurut peneliti (disalah satu lembaga yang menangani masalah air bersih)  tidak ada di Desa Tamalanre dapat dibuktikan terbalik oleh sang Kepala Desa Andi awaluddin.
Dengan menggunakan kemampuan yang ada meski sangat terbatas ia lalu mencari tenaga ahli dari luar selayar untuk melakukan proses observasi melalui pengeboran dan alhasil dapat dilihat hari ini di Desa Tamalanrea sudah ada sumber air alternatif. menurut Awal ini digunakan untuk mengairi sawah dan tanaman perkebunan,”jadi hasil kesepakatan dengan masyarakat sumber air yang baru ini akan di kelola khusus untuk pengairan baik untuk perkebunan dan lainnya, untuk air bersih kebutuhan sehari-hari masih menggunakan sumber air yang telah ada dimana diambil dari gunung menggunakan teknik grafitasi,”jelas Awal
Ia (awal) juga mengatakan pemanfaatan sumber air ini akan dilakukan dengan pembagian merata dimana ditiap dusun akan dibuat masing-masing bak penampungan, karena di Desa Tamalanrea ini ada tiga dusun, dan kebetulan ada dua dusun yang berdekatan, maka kami hanya membuat dua bak dimana masing masing bak akan diisi secara proporsional, yakni satu 24 Kubik dan yang satunya lagi 48 kubik mengingat bak yang satu ini melayani dua dusun,” Jelas Awal lebih lanjut
 
Menyinggung masalah anggaran yang digunakan, Awal mengatakan,“ proyek ini murni didanai oleh Dana Desa, meski dengan jumlah terbatas, mengingat saat proses observasi awal sekitar dua bulan itu memang belum ditemukan sumber air dan ini tentu tetap memakan biaya karena disana ada bahan yang digunakan belum lagi ongkos kerja. Namun menghadapi kendala tersebut kami bersama beberapa tehnisi tidak menyerah begitu saja dan Alhamdulillah setelah berpindah titik pengeboran, hanya selisih empat meter dari lokasi pengeboran awal, sumber air sudah ditemukan dengan kedalaman 145 m dan kekuatan debit air sebesar 4.200 kubik perjam. Terkait sumber dana dapat anda lihat dari prasasti yang kami buat dikaki tower bak air yang kami buat,”kata awal pada suara lidik
Secara keseluruhan dana yang kami gunakan itu 120 juta, ini semua sudah masuk biaya bahan dan tenaga kerja. Meskidemikian lanjut awal,” Jika melihat apa yang kami lakukan hari ini, memang banyak pihak meragukannya, mengingat tidak sedikit pekerjaan sejenis yang mengalami kegagalan, namun sekali lagi kami yakin dengan apa yang telah kami lakukan,”kata awal meyakinkan
“Semoga apa yang telah menjadi asset Desa ini dapat memberi kontribusi maksimal dalam membangun sektor perkebunan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus dapat menambah PAD Desa Tamalanrea,” Harap Andi Awaluddin
 

KOMANDAN TAGANA SUL-SEL, TAGANA KEPULAUAN SELAYAR PERLU DITAMBAH



Pusaran Khatulistiwa. Tagana Selayar 18/maret

Drs. Sabaruddin, MM
Sebagai daerah yang btermasuk rawan bencana idealnya kepulauan selayar perlu memiliki Taruna Siaga bencana (TAGANA) setidaknya disetiap Kecamatan Bahkan kalau perlu sampai kedesa atau kelurahan sehingga bukan hanya penanganan bencana sampai pada penanggulangan paska bencana serta informasi prabencana dan potensi bencana dapat berjalan terpadu dan terarah. Mengingat jumlah tagana kepulauan selayar saat ini hanya 22 orang tentu tidak sebanding dengan luas wilayah yang perlu mendapat perhatian,” kata H.Sabaruddin, Kepala Bidang Perlindungan Sosial (Linjamsos) dan sekaligus penanggung jawab TAGANA Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan saat ditemui suaralidik pada, 18 maret lalu
Menyinggung kegiatan yang dilakukannya saat ini di kepulauanselayar, H. Sabaruddin mengatakan,” kehadiran kami bersama 9 orang anggota Tagana Provinsi adalah dalam rangka roadshow memperingati HUT Tagana Ke 13, adapun kegiatan yang kami lakukan antara lain pemantapan anggota tagana kep. Selayar dilakukan selama 3 hari, mulai tanggal 14 sampai 17 maret lalu serta bakti sosial di desa barugaiya ini,” Jelas Sabaruddin

Penutupan Diklat TAGANA Kep. Selayar
   
Kembali menyikapi keberadaan TAGANA di kepulauan Selayar, H. Sabaruddin selaku penanggung Jawab di Tingkat Provinsi berharap agar ada penambahan anggota melalui APBD kedepan karena untuk berharap ditingkat Provinsi ataupun Pusat (kementerian) tentu sangatlah terbatas,”idealnya TAGANA itu ada disetiap Kecamatan bahkan kalau perlu sampai ketingkat Desa atau Kelurahan karena Tagana adalah ujung tombak Dinas Sosial dalam penanganan bencana baik saat proses penanganan sampai pada paska bencana utamanya dalam penanganan psiko sosial yakni pengembalian fungsi sosial masyarakat yang tertimpa bencana. Namun demikian jika hal ini bisa dilaksanakan pemda Kep Selayar dalam hal pembinaan dan penambahan anggota hendak memperhatikan bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas anggota Tagana itu sendiri tentunya dengan banyak melakukan pelatihan pengembangan kemampuan dalam penanganan bencana baik akibat alam maupun bencana sosial,” tutup H. Sabaruddin