Sabtu, 09 Desember 2017

BAGUN SINERGI POSITIF KAPOLSEK BONTOSIKUYU NGOPI BARENG BERSAMA AWAK MEDIA

Kepulauan Selayar, 09 Desember 2017.

Membangun sinergi positif Kapolsek Bontosikuyu AKP. Munasir mengajak beberapa awak media ngopi bareng di Warkop Charten, Pada Sabtu 09 Desember 2017
Pada kesempatan itu kapolsek bersama beberapa wartawan membahas tentang sinergitas positif antara aparat bersama awak media utamanya dalam mengawal kebijakan pemerintah bukan hanya dalam usaha ketertiban masyarakat namun juga dalam hal pemberdayaan masyarakat
Dalam pertemuan yang terbilang cukup santai itu hadir pula mendampingi kapolsek, Kepala Desa Appatanah Andi Samsul, Muh. Jufri dari Tabloid Mitra Sulawesi, serta Majalah Faktual.  Salah satu isu yang cukup menarik perhatian adalah pengawasan terkait dana desa. Dalam hal ini kapolsek berharap ada pola kerjasama yang tepat antara berbagai pihak tak terkecuali awak media dalam mengawal dana desa, mengingat akhir - akhir ini cukup banyak kepala desa yang terlibat masalah akibat tidak tepatnya dalam mengelola dana desa yang bersumber dari APBN itu.
Mengenai pengelolaan dana Desa. Kapolsek Bontosikuyu yang juga mantan Kasat Narkoba Polres Bulukumba ini mengatakan bahwa dalam hal pengelolaan dana desa pada intinya adalah kejujuran bagi setiap pelaksana kegiatan utamanya kepala desa dalam mengelola dana tersebut yang diperntukkan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,”...perlu kejujuran dan keterbukaan bagi setiap pengelolaan anggaran dana desa karena tanpa hal itu sangat sulit untuk mewujudkan pemerintahan yang baik ...,”  Imbuh AKP Munasir

(ALF)

SAMBUT HARI JADI SELAYAR KE 412, BUPATI SELAYAR BUKA TRAIL ADVENTURE 2017

Selayar, 18/11/2017

Bupati kepulauan selayar, M.Basli Ali, Membuka secara resmi Titac One Day Adventure, Jelajah Alam Bumi Tanadoang Tahun 2017. Acara pembukaan mengambil lokasi di lapangan pemuda tanadoang, 18/11/2017.

Dalam sambutannya, M.Basli Ali, diantaranya menyatakan bahwa kegiatan ini adalah event kedua yang dilaksanakan dikepulauan selayar, dan tujuannya tidak lain untuk lebih memperkenalkan pariwiata di kepulauan selayar oleh karenanya ia berharap agar kegiatan tersebut dibuat lebih baik. Selanjutnya orang nomor satu di kepulauan selayar ini juga berharap kepada peserta untuk lebih hati-hati dalam menikmati jalur yang telah disediakan,” karena kegiatan ini sifatnya bukan kompetisi, maka saya berharap agar berhati-hati dijalur, jangan memaksakan diri, karena anak istri menuggu dirumah.silahkan menikmati perjalanan.” Jelas mantan anggota DPR selayar tiga periode tersebut.


Sementara itu ditempat terpisah, ketua panitia Titac One Day Adventure, Aswar Ahmad mengatakan,” kegiatan ini diikuti beberapa tim baik yang berasal dari Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan maupun yang berasal dari luar Sul-Sel, seperti Sulawesi Barat, SulawesiTenggara bahkan ada pula yang berasal dari Jogjakarta, Kalimantan, Dan Palu. “Cuak” panggilan akbar aswar juga menjelaskan, kegiatan ini melibatkan tidak kurang dari 400 rider, dan akan menempuh jalur kurang lebih 60 km di dua kecamatan yakni Kecamatan Buki dan Bontomanai,” jelas Aswar yang juga ketua KNPI Kepulaun Selayar ini, lebih lanjut.(ALF)

Kamis, 09 November 2017

BUPATI SELAYAR “GERAM” MELIHAT KUALITAS BERAS RASTRA



KIM BSJ, 09/10/2017 


Bupati Kepulauan Selayar, M. Basli Ali, “Geram” saat melihat Kondisi Beras Rastra atau Raskin siap salur kemasyarakat kurang mampu tidak layak konsumsi
Hal tersebut terjadi saat kunjungan orang nomor satu Kepulauan Selayar ini di Kelurahan Benteng Selatan. (9/11/2017)
Kunjungan mendadak yang dilakukan seorang diri oleh M.Basli Ali tersebut sempat membuat pejabat dilingkup Pemerintah Kecamatan Benteng, baik Lurah maupun Camat kalang kabut.
Tak ada yang menyangka bahwa kunjungan bupati selayar akan terjadi diawal masuk jam kantor, bahkan Lurah Benteng Selatan, Rusman, S.STP juga sangat terkejut sampai “Pontang Panting” bersama camat benteng, Drs. Patta Tonra, MH mengikuti pergerakan M. Basli Ali, apalagi saat mengunjungi rumah-rumah warga kurang mampu yang berada diwilayah Benteng Selatan
Pada kesempatan tersebut Bupati, M.Basli Ali juga menyampaikan kepada pejabat dan staf Kelurahan Benteng Selatan agar beras yang ada sekarang jangan disalurkan sampai ada penggantian dari pihak Bulog, seperti yang dikutip dari penyampaian salah seorang staf kelurahan benteng selatan kepada wartawan
Akibat kejadian tersebut beberapa pengiriman beras rastra termasuk yang menuju kekepuluan seperti di kecamatan Pasi Masunggu dan pasimasunggu timur di tunda, bahkan beras yang sudah berada diatas kapal penganggut total 658 karung atau sekitar 9,8 ton terpaksa harus diturunkan kembali di pelabuhan atas perintah Bupati Kepulauan Selayar. (red)

Jumat, 02 Juni 2017

PROGRAM E-DATA UNTUK SDM KESEHATAN DI KEPULAUAN SELAYAR



Sebuah tinjauan kritis

Pusaran Khatulistiwa, 2 juni 2017

foto: thepresidentpostindonesia.comtion
Menjejaki arus informasi sebagai sebuah keinginan untuk selalu mengetahui keberadaannya mengarahkan pandangan saya melalui om google kesebuah situs informasi lokal. Dalam salah satu postingan saya membaca sebuah program e-data untuk menjaring sejumlah tenaga kesehatan di kepulaun selayar. Menurut post tersebut program ini nantinya menjadi data best SDM kesehatan yang ada di kepulauan selayar hingga ke pelosok dengan memberikan “kemudahan” bagi SDM kesehatan khususnya untuk urusan kepegawaian melalui registrasi on line. Artinya SDM kesehatan yang dimaksud tidak perlu lagi menempuh jarak yang cukup jauh sekitar 4 – 5 jam perjalanan melalui laut, mendatangi Dinas Kesehatan untuk registrasi.

Secara teori program tersebut sangat membantu terutama daerah-daerah yang mempunyai cakupan akses data memadai, pertanyaannya kemudian bagaimana dengan daerah yang akses datanya senin kamis alias tidak stabil, hal ini tentu menjadi hil yang mustahal, apalagi kalau berbicara on time alias tepat waktu mengingat kepulauan selayar khususnya daerah kepulauan yang meliputi 5 kecamatan, akses jaringan internet (untuk online pasti butuh internet) masih terbatas, lain halnya dengan wilayah selayar daratan yang meliputi 6 kecamatan mungkin tak jadi soal, bisa langsung ENTER  

Namun demikian secara ide, dinas kesehatan kepulauan selayar perlu mendapat apresiasi utamanya dalam mendukung pelaksanaan admin kepegawaian yang lebih baik, hal tersebut merupakan langkah terbaik meski bukan yang terbaru, (mengingatprogram e data kepegawaian sudah diterapkan di BKN, sebelumnya), hal ini membuat SDM kesehatan dalam melaksanakan tugas bisa lebih fokus melayani masyarakat ketimbang berfikir masalah administrasi kepegawaian
Sebagai suatu program pendukung kinerja (karena menyangkut kepegawaian) hal ini tentu telah melalui tahap kajian dan analisis mendalam terutama kebermanfaatan bagi masyarakat luas yang hampir setiap harinya dari waktu ke waktu membutuhkan pelayanan maksimal dibidang kesehatan.

Akhir kata, semoga hal ini tidak menjadi sekedar program penggugur kewajiban yang indah diawal namun tak jelas diakhir artinya semoga program tersebut berkelanjutan untuk memberi kemudahan tidak saja administrasi tapi juga kesejahteraan bagi SDM kesehatan dikepulauan selayar secara menyeluruh, yang tentunya harapan semua pihak, dapat menjadi pemicu atau motivasi bagi insan kesehatan untuk terus memberikan pelayanan maksimal demi peningkatan kesehatan masyarakat di kabupaten kepulauan selayar sebagai sebuah bentuk korelasi dari program yang dilahirkan. Hal ini juga sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada negara dalam hal penggunaan anggraan untuk itu(outcame)

(NB: sumber dikutip dari Selayar News edisi 2/6/2017,”Dinkes Kepulauan Selayar hadirkan Inovasi Pengumpulan Data melalui e-data SDM Kesehatan online”)
 

Sabtu, 15 April 2017

BERITA TIDAK HANYA MENYAMPAIKAN INFORMASI TAPI JUGA BISA MEMBERIKAN EDUKASI SOSIAL


Pusaran Khatulistiwa. Untuk pers selayar lebih baik 

Tiada hari tanpa menulis tiada hari tanpa komentar, itu untuk jurnalis lokal seperti nakke, (bolehkan sedikit eksis, kan ini tulisan saya) hehehe...sory. lanjut. Tiada hari tanpa menulis maksudnya agar para teman-temanku se profesi itu untuk berkarya lewat tulisan bukan dengan lobi-lobi seperti hampir tiap hari aku dengar dan sedikit melihat (ketika diajak turut serta) ketika berada disekitar teman-temanku.

Aku tidak mengkritik aku hanya sedikit berkomentar dan sekali lagi sedikit memberi masukan, karena bagiku jumlah pergerakan dalam melobi atau jumlah usaha yang dipakai untuk melobi sama banyaknya dengan jumlah usaha yang dipakai untuk mencari berita, kita kan wartawan, journalis bukan LSM atau Kontraktor atau bahkan Politisi apalagi Aparat hukum dan terlebih kita bukan staf Gubernur, Bupati, Camat atau bahkan Desa atupun Lurah (panjang juga ya.).

Baik Lobi atau mencari berita itu hanya pengantar bagiku untuk sekedar menyampaikan pemikiran terkait pemberitaan terutama dikepulauan selayar, yang saya maksudkan bahwa memberi atau mencari informasi janganlah terkait lobi-lobi atau penekanan-penekanan yang sifatnya sangat subjektif, berita menurutku, haruslah mendidik dan tidak dijadikan senjata pemusnah massal.

Berita adalah penyampaian objektif kepada masyarakat, disana ada jawaban sumber entah itu korban atau pelaku dan penyidik sebagai aparat hukum (dalam kasus kriminal). Disana ada juga hak jawab pejabat, aparat hukum dan pendapat masyarakat terkait sebuah penyimpangan (dalam kasus tipikor), disana ada masukan dari masyarakat, penyuluh kemasyarakatan dan tenaga ahli atau berkompeten dengan objek yang jelas serta usaha dalam menyelesaikan persoalan kemasayarakatan  (dalam kasus sosial kemasyarakatan).

Intinya menyampaikan berita harus terarah, jelas dan mendalam serta yang paling utama adalah layak baca dan tentu layak jual (harapan direksi) jangan membuat berita publish seakan – akan menyusun Berita Hasil Pemeriksaan (BAP), jangan juga terlalu membuat berita mendayu-dayu seakan akan sedang menyusun novel (untuk yang terakhir jangan sampai dipakai oleh teman wartawan harian) bahaya, tim editor pasti bingung.

Lalu, semua yang saya sampaikan dalam tulisan ini sebenarnya adalah hal klasik dalam tugas sebagai jurnalis namun lebih dari itu semua, saya sekali lagi hanya berharap bahwa teman-temanku memberi sesuatu yang terbaik untuk masyarakat, sesuatu (berita) yang tidak hanya menyampaikan informasi tapi juga bisa memberikan edukasi sosial terkait sebuah permasalahan, tetap objektif dan jangan menghakimi apalagi jadi provokator (dalam konteks negatif), karena kita semua bukan penegak hukum dan tetap kooperatif karena kita bukan mata-mata yang berkerja hanya utuk seorang klien, kita bekerja dan dinilai oleh masyarakat luas , Kita tak cari kawan namun juga tak cari lawan, yang kita cari adalah berita (kata jahar siahaan, Wartawan senior). 

Berita yang layak jual setelah semua proses bisnis informasi selesai, tentu  akan menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga, untuk anak dan istri. Semoga berkah, Trims dan semoga bermanfaat.

 ( By Alif d.yudhar, peksos, jurnalis dan wirausahawan pesisir, Kep. Selayar)