Senin, 21 November 2016

REKAT PERSAUDARAAN DIBALIK MISI PARIWISATA TANADOANG TRAIL ADVENTURE 2016.



Bukti Pemuda Selayar Hargai Kebhinekaan dalam Kebersamaan
Pusaran Khatulistiwa;  kep.selayar,19/11/16


foto by : uc van java
Tak ada yang seindah jalinan persahabatan ataupun persaudaraan entah dikomunitas  manapun itu, baik sesama tukang ojek, petani, nelayan bahkan untuk para penggiat hobby tak  terkecuali para rider yang tergabung dalam TITAC alias Tanadoang Island Trail Adventure Club bersama beberapa rider tidak kurang dari 300 orang yang datang dari  beberapa kabupaten/ Kota dan provinsi dinusantara ini. Beberapa hari lalu hal tersebut dibuktikan, saling padu dalam memeriahkan dan mengisi event Tanadoang Trail Adventure yang dilaksanakan guna mendukung program pemerintah daerah dibidang pariwisata, bagimana daerah kita “tanadoang “ ini menjadi salahsatu daerah kunjungan pariwisata di indonesia.


Mengundang pencinta outomotif (trail) menjajal daerah pedalaman dibeberapa  kecamatan adalah hal  yang tepat terlebih untuk lebih memperkenalkan selayar / tanadoang dimata masyarakat regional untuk melihat lebih dalam lagi akan potensi yang dimiliki kabupaten kepulauan selayar yang dikenal dengan adat serta beberapa situs peninggalan sejarah masa lalu yang masih terpelihara hingga kini.

foto by : uc van java
Satu hal  penting dan menjadi catatan bagi setiap pihak, jalinan persaudaraan dibalik misi pariwisata dalam Tanadoang Trail Adventure adalah hal yang sangat penting dan mendasar, karena persaudaraan dan kebersamaan yang dibungkus dalam nilai-nilai kebhinekaan adalah hal  yang mutlak terus dipertahankan sebagai nilai-nilai bangsa dalam mempererat persatuan. Karena sepertinya, belakangan ini menjadi produk yang sedikit mahal.

Di kepulauan selayar, para pemuda tanadoang, entah inisiatif dari mana, membuktikan sebaliknya, melahirkan gagasan untuk menggabungkan antara pariwisata dan kegiatan “Broder Hood “ rider  (inisial persaudaraan sesama penggemar trail). bersama menikmati indahnya pemandangan pulau tanadoang sambil menguji ketangkasan menaklukkan tantangan alam sejauh 80 Km. Hmm...suatu kegiatan yang tak dapat dipandang sebelah mata tentunya dan kalau boleh usul, dibuatkan agenda tetap untuk kegiatan tahunan sebagai bentuk peduli selayar untuk pariwisata.

Sebelum  beranjak, seraya melihat satu lagi yang tak kalah pentingnya dibalik kegiatan tersebut yaitu penerimaan masyarakat selayar seperti disampaikan oleh salah seorang peserta (dikutip dari salah satu sumber) saat memauki salah satu kampung mereka disambut dengan sangat antusias dan penuh senyum  ramah. Ini yang tak semua bisa dilakukan, meski senyum adalah bahasa dunia dan konon menjadi ciri khas masyarakat indonesia namun jika dilakukan ditempat dan cara yang kurang berkenan tentu  ia (senyum) tak akan pernah datang. Akibatnya kagiatan menjadi hambar dan sudah pasti “tak Indah”

Akhir kata, sukses pemuda tanadoang, baik tergabung dalam TITAC ataupun komunitas lainnya, masyarakat kepulauan selayar terus berkarya, dan Pemda Kepulauan selayar dalam kepemimpinan Pak Basli  Ali “ Buatlah Masyarakat Selalu Tersenyum”

Salam ,  Makassar 21/11/2016