Bukti
Pemuda Selayar Hargai Kebhinekaan dalam Kebersamaan
Pusaran
Khatulistiwa; kep.selayar,19/11/16
Tak ada yang
seindah jalinan persahabatan ataupun persaudaraan entah dikomunitas manapun itu, baik sesama tukang ojek, petani,
nelayan bahkan untuk para penggiat hobby tak
terkecuali para rider yang tergabung dalam TITAC alias Tanadoang Island
Trail Adventure Club bersama beberapa rider tidak kurang dari 300 orang yang datang dari beberapa kabupaten/ Kota dan provinsi
dinusantara ini. Beberapa hari lalu hal tersebut dibuktikan, saling padu dalam
memeriahkan dan mengisi event Tanadoang Trail Adventure yang dilaksanakan guna
mendukung program pemerintah daerah dibidang pariwisata, bagimana daerah kita
“tanadoang “ ini menjadi salahsatu daerah kunjungan pariwisata di indonesia.
Mengundang
pencinta outomotif (trail) menjajal daerah pedalaman dibeberapa kecamatan adalah hal yang tepat terlebih untuk lebih
memperkenalkan selayar / tanadoang dimata masyarakat regional untuk melihat
lebih dalam lagi akan potensi yang dimiliki kabupaten kepulauan selayar yang
dikenal dengan adat serta beberapa situs peninggalan sejarah masa lalu yang
masih terpelihara hingga kini.
![]() |
| foto by : uc van java |
Satu hal penting dan menjadi catatan bagi setiap pihak,
jalinan persaudaraan dibalik misi pariwisata dalam Tanadoang Trail Adventure adalah
hal yang sangat penting dan mendasar, karena persaudaraan dan kebersamaan yang
dibungkus dalam nilai-nilai kebhinekaan adalah hal yang mutlak terus dipertahankan sebagai
nilai-nilai bangsa dalam mempererat persatuan. Karena sepertinya, belakangan
ini menjadi produk yang sedikit mahal.
Sebelum beranjak, seraya melihat satu lagi yang tak
kalah pentingnya dibalik kegiatan tersebut yaitu penerimaan masyarakat selayar
seperti disampaikan oleh salah seorang peserta (dikutip dari salah satu sumber)
saat memauki salah satu kampung mereka disambut dengan sangat antusias dan
penuh senyum ramah. Ini yang tak semua
bisa dilakukan, meski senyum adalah bahasa dunia dan konon menjadi ciri khas
masyarakat indonesia namun jika dilakukan ditempat dan cara yang kurang
berkenan tentu ia (senyum) tak akan
pernah datang. Akibatnya kagiatan menjadi hambar dan sudah pasti “tak Indah”
Akhir kata,
sukses pemuda tanadoang, baik tergabung dalam TITAC ataupun komunitas lainnya,
masyarakat kepulauan selayar terus berkarya, dan Pemda Kepulauan selayar dalam
kepemimpinan Pak Basli Ali “ Buatlah
Masyarakat Selalu Tersenyum”
Salam , Makassar 21/11/2016


